Kamis, 15 Maret 2012

Dirut XL Belum Dengar Kabar Etisalat Bakal Hengkang

 Jakarta - Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) dikabarkan siap melepas seluruh sahamnya di PT XL Axiata Tbk (EXCL). Rumor bakal dijualnya kepemilikan sebesar 13,3% ini pun ditanggapi oleh orang nomor satu di XL.

"Saya belum diberitahu soal adanya rencana Etisalat melepas sahamnya di XL. Belum ada informasi lebih lanjut," kata Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi di sela Indonesian ICT Outlook 2012: Resisting the Doomsday of Telco Players, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (14/3/2012).
Menurutnya, XL sejauh ini belum bisa memberikan konfirmasi soal pemberitaan di media asing bahwa Etisalat akan keluar dari XL.

Sebelumnya dikabarkan, perusahaan bermarkas di Uni Emirat Arab ini akan melepas seluruh sahamnya pada operator seluler dengan jumlah pelanggan nomor tiga terbesar di Indonesia, 46,3 juta.

Etisalat diberitakan menunjuk JP Morgan dan Morgan Stanley untuk melepas kepemilikan saham Etisalat yang diperkirakan senilai US$ 600-700 juta. Etisalat pada tahun 2007 lalu membeli saham XL seharga US$ 440 juta.

Hasnul enggan menanggapi pemberitaan itu. Ia hanya menjelaskan, manajemen saat ini sedang fokus pada target-target yang ditetapkan perusahaan.

Pada tahun 2012, perusahaan menargetkan pendapatan bisa tumbuh hingga 8%, dari realisasi pendapatan 2011 sebesar Rp 18,9 triliun. "Tahun ini industri diperkirakan tumbuh 6-8%, tapi XL kami targetkan tumbuh maksimal di atas itu," ujarnya.

XL tahun ini juga mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 7-8 triliun. "Investasi 2012 lebih tinggi dari tahun 2011 sebesar Rp 6,5 triliun," lanjutnya.

Adapun sumber dana capex 2012 dibiayai dari kas internal perseroan, selebihnya dari pinjaman perbankan. "Kas internal kami tahun 2011 mencapai Rp 9,3 triliun, sehingga sangat dimungkinkan untuk menarik pinjaman perbankan."

Sebanyak 60% dari capex 2012, kata dia, akan digunakan untuk investasi dalam rangka memperkuat infrastruktur jaringan 3G, selebihnya untuk meningkatkan kualitas layanan data dan jasa nilai tambah.

Investasi itu diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah pelanggan dari 46,4 juta nomor tahun 2011, menjadi sekitar 50 juta pada akhir 2012. "Akan ada pertambahan pelanggan baru sekitar 4-5 juta nomor," katanya.

Sejalan dengan itu, Hasnul menuturkan perseroan sedang menuntaskan pembayaran utang jatuh tempo obligasi perusahaan sebesar Rp 1,5 triliun. "Dengan pelunasan tersebut maka akan terjadi pengurangan cost," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar